Hari Jadi ke-1109 Kabupaten Purworejo lebih semarak dengan dilaksanakannya Festival Kesenian Rakyat yang dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2010. Dilaksanakan di Taman Bermain Anak (TBA) dimulai pada pukul 15.00 WIB dibuka oleh Bupati Purworejo yang diwakili oleh Drs. Bambang Aryawan, MM, (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).
Kegiatan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB dengan menampilkan 16 grup dari masing-masing kecamatan.
Pada akhir kegiatan diumumkan grup kesenian dengan penampil terbaik yaitu :
1.Penampil terbaik 1 Kuda Kepang Trisno Budoyo dari Desa Kalirejo Kec. Bagelen.
2.Penampil terbaik 2 Dolalak Mudo Laras dari Desa Hulosobo Kec. Kaligesing.
3.Penampil terbaik 3 Dolalak Putri Pertiwi dari Desa Sumberrejo Kec. Purwodadi.
4.Penampil terbaik 4 Dolalak Sri Kaloka dari Desa Brenggong Kec. Purworejo.
5.Penampil terbaik 5 Kuda Kepang Wahyu Turonggo dari Desa Sruwoh Kec. Ngombol.
Untuk kelima grup diatas disampaikan piala dan uang pembinaan.
Diikuti oleh UPT Pendidikan dan Kebudayaan, SD, SMP, MTs, SMK, SMA, MA dll. Dilaksanakan pada hari Sabtu 16 Oktober 2010 mulai pukul 08.00 – 14.00 WIB. Rute Alun-alun – Patung Pahlawan – Jalan Sibak – BTC – Pasar Suronegaran – Alun-alun.
Bertempat di Taman Bermain Anak (TBA) Purworejo pada tanggal 7-9 Oktober 2010 dilaksanakan Gelar Seni Budaya Daerah. Kegiatan ini diadakan dalam rangka Parade Budaya Lokal untuk memeriahkan Peringatan Hari Jadi ke-1109 Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir 23.00 WIB dengan menyajikan penampilan 3 (tiga) kesenian yaitu :
Hari I :Dolalak “Lestari Budaya” - Desa Kaligono Kec. Kaligesing
Hari II : Kuda Kepang “Trisno Budoyo” - Desa Kalirejo Kec. Bagelen
Hari III : Kuda Kepang “Turonggo Mudo”Desa Prigelan Kec. Pituruh
Antusiasme penonton dalam memberikan apresiasi sangat membanggakan, bahkan ketika pementasan Kuda Kepang Trisno Budoyo / malam kedua, hujan turun dengan deras, namun mereka tidak beranjak dan tetap menonton di gazebo yang ada dalam lingkungan TBA. Ketika hujan reda, mereka maju kembali mendekati panggung. Tak kalah ramainya, pada malam terakhir, yaitu malam minggu yang menampilkan Turonggo Mudo. Sehubungan dengan akhir pekan, penonton luar biasa apresiasinya.
Yang patut mendapat acungan jempol, selama kegiatan berlangsung, keadaan penonton selalu tertib. Ini membuktikan bahwa kesenian dapat dinikmati oleh semua kalangan. Untuk masa yang akan datang mestinya Pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan wahana apresiasi semacam ini dengan memberikan porsi lebih, agar kesenian lokal dapat bertahan dan berkembang di tengah gempuran seni budaya dari luar negeri. Diharapkan nantinya akan membuat lebih banyak kawula muda dan para warga purworejo umumnya untuk lebih mencintai seni budaya daerah.
Sehingga pengembangan dan nguri-uri seni budaya lokal bukan hanya terhenti sebatas kata-kata. Semoga.