07 Agustus 2012

DOLALAK PURWOREJO JUARA III PARADE SENI BUDAYA JATENG 2012


Dolalak dalam Parade Seni Budaya Jateng 2012
Pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2012 pukul 18.30 WIB dengan mantap 50 (lima puluh) orang anggota Tim Kesenian Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Kelompok Kesenian Dolalak Asri Budaya Desa Karangejo Kec. Loano dengan dukungan Dolalak Krida Utama  keluar dari Auditorium Universitas Diponegoro Semarang menuju Jalan Pahlawan untuk bergabung dengan Tim Kesenian dari 35 (tiga puluh lima) kabupaten/kota se Jawa Tengah ikut memeriahkan Hari Jadi ke 62 Provinsi Jawa Tengah. 

Kegiatan yang baru pertama dilaksanakan pada malam hari ini terasa meriah. Suara musik dan sorak sorai para penyaji saling bersahutan, ketika mereka menunggu waktu pemberangkatan sambil menabuh musik dan mengadakan display. Suasana sangat meriah !!!. Dinginnya malam tidak terasa, apalagi di samping kiri dan kanan jalan para penonton berjubel untuk memberikan apresiasinya.

Tim kesenian Kabupaten Purworejo yang dikelola oleh Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kali ini menampilkan kesenian khas tari Dolalak yang digarap dengan apik oleh Riyanto Purnomo, seniman muda dari Kec. Bagelen. Dengan mengambil materi penari usia muda (setara SD dan SMP) penampilan Kabupaten Purworejo menjadi berbeda dengan tim lainnya.  

Semenjak penampilan pemanasan (sebelum masuk waktu pentas di depan Tamu Undangan) Tim Kabupaten Purworejo mencuri perhatian para penonton. Tak sedikit penonton yang narsis mengambil posisi di depan/samping penari dolalak untuk sekedar minta foto bersama. Bahkan ketika penulis tanyakan salah satu dari mereka, mengaku dari Kecamatan Butuh dan bekerja pada salah satu perusahaan di kota Semarang, lama sekali tidak menonton pagelaran tari Dolalak. Kerinduan akan kesenian dolalak malam itu dia puaskan dengan berkali-kali mengambil foto dan berjalan seiring bersama Tim Kesenian Kab. Purworejo.

Pembukaan Parade ini ditandai dengan pemukulan tenor drum oleh Gubernur Jateng, Bibit Waluyo. Selanjutnya penampilan dari 35 kontingen dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pun dimulai dengan disaksikan oleh 5 (lima) lima orang juri yang berada di tiga titik sepanjang jalan Pahlawan.

Ketika sampai pada nomor undi 13 (tiga belas), Tim Kab. Purworejo menampilkan hasil latihannya selama beberapa minggu. Penampilan yang dibatasi dengan durasi 3 (tiga) menit ini dimulai dengan tarian diikuti iringan Lagu “Ikan Cucut” disusul lagu “Pakai Nanti” dan diakhiri trance dan teriakan kompak seluruh penari kalimat : “DIRGAYAHU JAWA TENGAH !!!” disusul dengan terbentangnya spanduk yang diangkat tinggi dengan bertuliskan “DIRGAHAYU HUT KE - 62 PROVINSI JAWA TENGAH” sebagai bentuk ucapan tulus dari warga dan Pemerintah Kabupaten Purworejo kepada Provinsi Jawa Tengah tercinta.

Dari surat / pengumuman yang dirilis seminggu kemudian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi menyatakan tari Dolalak (dengan nama garapan Tari Jadol) mendapat predikat Juara III. Sebuah prestasi yang membanggakan. Hadiah kemungkinan besar akan diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo pada Upacara Peringatan Hari Jadi Jawa Tengah 15 Agustus 2012 yang akan datang. Jayalah Seni Budaya Purworejo !!

16 Juli 2012

PURWOREJO WAKILI JATENG DALAM DUTA SENI PELAJAR SE-JAWA BALI DAN LAMPUNG


Kabupaten Purworejo semakin dikenal dengan seni budayanya. Ini terbukti ditunjuknya  Purworejo mewakili Provinsi Jawa Tengah mengikuti kegiatan Duta Seni Pelajar se Jawa Bali dan Lampung yang dilangsungkan di Yogyakarta pada 10-13 Juli 2012. Dalam catatan kami, Kabupaten Purworejo pernah ditunjuk sebagai perwakilan Duta Seni Pelajar pada tahun 2003. Kegiatan dilaksanakan setiap tahun dengan bergiliran di antara para peserta ini, pada pelaksanaan tahun 2012 mengambil tema “Duta Seni Pelajar Membangun Agen Budaya Berkarakter”.  Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Hotel Royal Ambarrukmo oleh Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Drs. Ichanuri.  
Pelajar Purworejo sbg Tim Duta Seni Pelajar Provinsi Jateng 
Pembentukan dan pengelolaan Tim merupakan kerja sama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Sedangkan Tim Duta Seni Provinsi Jawa Tengah ini terdiri dari para siswa dari beberapa sekolah di Purworejo dengan perincian SMA N 1 Purworejo = 5 siswa, SMA N 2 Purworejo = 2 siswa, SMA N 3 Purworejo = 4 siswa, SMA N 5 Purworejo = 3 siswa, SMA N 6 Purworejo = 2 siswa, SMA N 7 Purworejo = 4  siswa, SMA N 8 Purworejo = 2 siswa, MA N Purworejo = 1 siswa, SMK YPP Purworejo = 2 siswa.
Selama kegiatan, para peserta berkesempatan berkenalan dan bertatap muka dengan Tim Duta Seni dari Provinsi lain yaitu Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Bali. Selain fasilitas menginap di hotel berbintang, Royal Ambarrukmo, peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi Kraton Yogyakarta serta candi Prambanan.
Tari Dolalak Lentera Jawa
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 8 (delapan) provinsi tersebut tim Provinsi Jateng mempersembahkan tari garapan “Lentera Jawa” yang mengambil sumber dari tarian khas Kabupaten Purworejo yaitu Dolalak. Sajian ini merupakan hasil penataan tari Melania SP, SSn  dan musik ditata oleh Singgih Winarno, khusus tari diperkuat dengan materi tambahan oleh Agung dan Queen (penata tari Tingkat Provinsi). Pementasan dilaksanakan di Pelataran Ramayana Candi Prambanan. Dentuman sepasang bedug diselingi suara kemprang dan tembang dari para penyanyi menjadikan Lentera Jawa sebuah sajian yang berbeda dari Tim provinsi lain. Apalagi ketika para penari Dolalak dengan pakaian merahnya mulai beraksi mempertunjukkan kebolehannya, para penonton semakin dibuat terpesona. Balutan gelapnya malam dengan tata lampu dan latar belakang megahnya Candi Prambanan menjadi pelengkap dari ekseotisnya pergelaran Dolalak “Lentera Jawa”.  
Pada tanggal 12 Juli 2012 pukul 19.00 WIB diadakan penutupan mengambil tempat di Auditorium Universitas Islam Negeri, oleh Kepala Dikpora Provinsi DIY, Drs. R. Kadaramanta Baskara Aji.  Diakhiri dengan pementasan musik dari grup band asal Jogja, Sheila on 7.
Selamat tinggal Yogyakarta semoga bertemu kembali pada Duta Seni Pelajar Tahun 2013 di Provinsi Banten. 

Link berita terkait silahkan klik  : Seruu.com dan  Jogjanews.com

25 Juni 2012

SUMUR/BELIK SING BANYUNE ASIN


Ing Desa Banyuasin Separe kang kalebu Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo ono sumur utawa belik  kang banyune nduweni rasa asin. Padahal Desa iku panggonane ono erenging pegunungan. Sing aneh maneh, sumur-sumur warga sakiwa tengene ora ono sing banyune rasa asin.
Pak Jumadi njegur ono belik
Nalika penulis nemoni Pak Jumadi Kepala Desa rikolo tanggal 7 Juni 2011 kepungkur, deweke ngendika yen sumur iku wis ono wiwit suwi. Wektu pase kapan, penjenengane ora pirsa. “Nanging wis ana wiwit biyen,” ngendikane. Miturut crita, biyen sumur iku asal mulane ana tangga desa sing aran Banyuasin Kembaran. Rehne sumur ngetoake banyu kang akeh, warga wedi yen dadi banjir. Sakwise dianake sakwijining upacara, sumur kang ana ing desa Banyuasin Kembaran banyune ora mili maneh. Nanging, banyu iku malah metu ana ing desa Banyuasin Separe, seprene.
Sumur iki dumadi ono lemahe warga sing asmane Pak Bariman ana Dusun Ngemplak RT 1 RW 4.  Sumur kuwi jerone udakara 90 centimeter lan nduweni garis tengah/diameter  kurang luwih 2,5 meter. Nalika penulis nyoba nyicipi, rasane banyu pancen krasa asin. Banyu sumur uga dipercaya warga nduweni khasiat kanggo nggampangake wong sing suwi durung jejodhoan, ngobati lara kulit, utawa wong sing kepingin ngalap berkah liyane.
Saben malem Jemuwah Kliwon utawa Slasa Kliwon, ana wae tamu kang tirakat sinambi raup utawa siram nganggo banyu sumur. Seperangan tamu ora mung rawuh seko tlatah Purworejo nanging seko wilayah liya kayadene Magelang, Wonosobo lan Temanggung.
Udakara tahun 1997, sumur nate kateliti saka UGM (Universitas Gadjah Mada) lan tahun candake saka ITB (Institut Teknologi Bandung), sing hasile mratelaake menawa ono kandungan belerang ono banyu sumur. Mung emane, Pemerintah Desa ora diparingi hasil penelitian sing wujud tulisan seko loro lembaga mau.
Saiki sumur wis dipasangi pager kanggo pengaman, Pemerintah Desa nduweni pangajab sumur iki bisa dilengkapi kanthi cungkup lan fasilitas liyane kanggo narik para  wisatawan / tamu sing kepingin mbuktekake rasa asin sumur utawa sing arep tirakat.
Yen panjenengan kepingin mirsani/ngicipi rasa asin seko sumur iku, rawuh wae ana Desa Banyuasin Separe udakara 18 kilometer adohe seko kutho Purworejo, lan 2 kilometer seko kantor Kecamatan Loano.